Tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam hal berbahasa terutama dalam menghafal kosa kata. Tunarungu lebih dominan menangkap informasi dengan indra pengelihatannya. Berbeda dengan anak yang tidak mengelami keterbatasan dalam indra pendengarnya, mereka dapat memiliki berbagai kosa kata yang dapat diulang terus menerus secara tidak sengaja dari sejak bayi. Pengulangan yang terjadi secara tidak sadar dan terus menerus membuat ingatan seseorang dalam menghafal kosa kata masuk kedalam ingatan jangka panjang.
Oleh karena itu perlu menciptakan suasana belajar secara sadar dan terus menerus untuk melakukan pengulangan. Agar pembelajaran kosa kata yang diterima tunarungu masuk kedalam memori ingatan jangka panjang.
Pembelajaran secara sadar dan terus menerus dilakukan secara bervariasi dan unik agar tidak membosankan bagi anak anak tunarungu.
-Ervina Dyah Kusumaningtyas
Tinggalkan Komentar